LENSAINDO.NET | Lampung Tengah
Kinerja jajaran Polsek Gunung Sugih, Polres Lampung Tengah, kembali menuai apresiasi publik. Kali ini, pujian datang atas kesigapan dan profesionalisme aparat kepolisian dalam menangani kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum guru berinisial **HA** terhadap rekan seprofesinya di **SMP Negeri 1 Gunung Sugih.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penanganan perkara tersebut kini telah memasuki tahap **pemeriksaan saksi-saksi serta pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap korban**. Tahapan ini menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan guna mengungkap peristiwa secara utuh, objektif, dan berkeadilan.
Langkah cepat dan terukur yang dilakukan Polsek Gunung Sugih di bawah kepemimpinan **Kapolsek AKP Yudi Kurniawan, S.H.**, dinilai mencerminkan komitmen kuat aparat penegak hukum dalam merespons setiap laporan masyarakat secara serius dan profesional.
Dalam proses pemeriksaan, suasana berjalan **tertib, aman, dan kondusif**. Aparat kepolisian memastikan seluruh pihak yang diperiksa mendapatkan hak-haknya serta dilayani secara humanis, tanpa mengabaikan prosedur hukum yang berlaku.
Dikenal sebagai sosok pimpinan yang ramah dan komunikatif, AKP Yudi Kurniawan, S.H., bersama jajarannya, terus menegaskan komitmen Polsek Gunung Sugih untuk menghadirkan pelayanan hukum yang **adil, transparan, dan berintegritas.
Menanggapi hal tersebut, **Pimpinan Redaksi INC MEDIA, Haris Efendi**, memberikan apresiasi khusus terhadap kinerja Polsek Gunung Sugih
Kami memandang langkah-langkah yang diambil Polsek Gunung Sugih sebagai cerminan wajah kepolisian yang profesional dan berorientasi pada keadilan. Penanganan perkara dilakukan secara proporsional, humanis, dan menjunjung tinggi prinsip due process of law. Ini penting agar kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian terus terjaga,”* ujar Haris Efendi.
Ia juga menambahkan bahwa kecepatan dan ketelitian aparat dalam menangani kasus yang melibatkan dunia pendidikan menunjukkan kepedulian Polri terhadap sektor strategis pembentukan karakter bangsa.
“Dunia pendidikan harus menjadi ruang yang aman dan bermartabat. Ketika terjadi dugaan pelanggaran, kehadiran aparat yang bekerja secara objektif dan berkeadilan adalah kunci menjaga marwah institusi pendidikan dan hukum itu sendiri,”* tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan mengumpulkan keterangan tambahan guna memastikan penanganan perkara berjalan sesuai koridor hukum.
**(Tim LENSAINDO)**
