Lensaindo, net-JAKARTA — Ketua Umum DPP Corruption Investigation Committee (CIC), R. Bambang S.S., kembali melontarkan kecaman keras terhadap dugaan peredaran narkotika jenis ekstasi serta dugaan upaya membungkam pemberitaan terkait Diskotik Pujasera Mangga Besar, Jakarta Barat.
Bambang menilai, apabila benar terdapat pihak yang menggunakan uang untuk menghapus pemberitaan mengenai dugaan peredaran narkotika, persoalannya tidak lagi sekadar bisnis hiburan malam, tetapi sudah menyentuh dugaan upaya menghalangi keterbukaan informasi dan meredam kontrol sosial.
“Kalau berita bisa dibungkam hanya dengan uang, lalu siapa yang sebenarnya sedang dilindungi? Kami meminta aparat jangan hanya melihat tempatnya, tetapi bongkar siapa di belakang aktivitas dan siapa yang bermain di dalamnya,” tegas Bambang.
CIC mendesak BNN dan Polda Metro Jaya segera melakukan penyelidikan terhadap dugaan peredaran narkotika di lokasi tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak internal maupun jaringan yang memasok dan mengamankan transaksi.
Jika dugaan tersebut terbukti, CIC meminta aparat menerapkan secara tegas UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terhadap pihak-pihak yang memenuhi unsur pidana.
Di sisi lain, dugaan tekanan terhadap pemberitaan juga diminta diperiksa. CIC menilai kemerdekaan pers dan hak publik memperoleh informasi harus dihormati sesuai UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Jangan sampai uang menjadi alat untuk menghapus jejak. Kalau memang tidak ada pelanggaran, buktikan secara terbuka. Tetapi kalau ada jaringan narkotika, bongkar sampai ke akarnya. Jangan berhenti pada pemain lapangan,” kata Bambang.
CIC juga meminta aparat tidak memberikan ruang bagi munculnya kesan bahwa tempat hiburan tertentu kebal hukum. Seluruh dugaan harus diuji melalui penyelidikan berdasarkan bukti, saksi, dan fakta hukum.
“BNN dan Polda Metro Jaya jangan menunggu kasus ini menjadi besar. Kalau ada bukti, tindak. Kalau tidak terbukti, sampaikan hasilnya kepada publik. Negara tidak boleh kalah oleh kekuatan uang,” tegas Bambang.
(Uchay)